Multazam adalah salah satu tempat paling istimewa di Masjidil Haram. Bagi jamaah umroh dan haji, berdiri di depan Multazam sambil menempelkan dada dan pipi ke dinding Ka’bah adalah momen yang sangat dinantikan. Namun, tahukah Anda bahwa ada adab berdoa di Multazam yang perlu diperhatikan agar doa lebih khusyuk dan sesuai tuntunan?
Sayangnya, banyak jamaah yang bingung saat tiba di Multazam. Ada yang bingung harus berdoa apa, ada yang tidak tahu posisi yang benar, dan ada juga yang terjebak dalam kerumunan tanpa bisa fokus berdoa. Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian Multazam, keutamaannya, adab berdoa di Multazam, hingga doa-doa yang bisa dipanjatkan.
Mengenal Multazam: Tempat Mustajab di Ka’bah
Apa Itu Multazam?
Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Kata “multazam” berasal dari bahasa Arab iltazama yang berarti “menempel” atau “memegang erat”. Sesuai namanya, di tempat ini jamaah dianjurkan untuk menempelkan dada, pipi, dan telapak tangan ke dinding Ka’bah sambil berdoa.
Letak Multazam di Ka’bah
Multazam terletak di sisi timur Ka’bah, tepatnya di antara sudut Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Jaraknya sekitar 2 meter. Karena lokasinya yang sempit, area ini selalu ramai, terutama setelah selesai thawaf.
Keutamaan Berdoa di Multazam
Berdoa di Multazam memiliki banyak keutamaan yang membuatnya menjadi salah satu tempat paling dicari jamaah. Berikut beberapa keutamaannya:
- Tempat terkabulnya doa: Banyak ulama menyebutkan bahwa Multazam adalah salah satu tempat mustajab di sekitar Ka’bah.
- Momen dekat dengan Allah: Menempelkan tubuh ke dinding Ka’bah memberikan perasaan spiritual yang luar biasa.
- Kesempatan bertaubat: Di sinilah jamaah bisa mencurahkan segala penyesalan dan memohon ampunan.
- Mengikuti jejak para salaf: Sejumlah sahabat dan ulama terdahulu memanfaatkan Multazam untuk berdoa.
Catatan penting: Berdoa di Multazam bukanlah bagian dari wajib umroh atau haji. Hukumnya sunnah. Jika tidak memungkinkan karena kerumunan atau kondisi fisik, tidak ada dosa meninggalkannya.

Adab Berdoa di Multazam Sesuai Tuntunan
Agar momen di Multazam menjadi pengalaman spiritual yang berkesan, perhatikan adab berdoa di Multazam berikut ini:
1. Bersuci dan Berpakaian Syar’i
Sebelum menuju Multazam, pastikan Anda dalam keadaan suci dari hadas. Gunakan pakaian yang bersih, rapi, dan sesuai syariat. Bagi laki-laki, gunakan kain ihram. Bagi perempuan, pastikan pakaian menutup aurat dan tidak ketat.
2. Menjaga Ketertiban dan Tidak Berdesakan
Salah satu adab terpenting adalah menjaga ketertiban. Jangan mendorong, jangan memotong antrean, dan jangan menyakiti jamaah lain. Ingat, beribadah tidak boleh dengan cara melukai orang lain.
3. Menghadirkan Hati yang Khusyuk
Sebelum berdoa, tarik napas dalam-dalam. Kosongkan pikiran dari urusan duniawi. Hadirkan perasaan bahwa Anda sedang berada di rumah Allah, di depan kiblat seluruh umat Islam. Fokuskan hati hanya kepada Allah.
4. Berdoa dengan Sungguh-sungguh
Berdoalah dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan. Jangan terburu-buru. Panjatkan doa dengan tulus, baik doa untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam seluruhnya.
Posisi Berdoa di Multazam yang Benar
Posisi tubuh saat berdoa di Multazam perlu diperhatikan agar doa lebih khusyuk. Berikut panduannya:
Posisi Tubuh saat di Multazam
- Tempelkan dada dan pipi kanan ke dinding Multazam.
- Rentangkan kedua lengan ke atas, tempelkan telapak tangan ke dinding Ka’bah.
- Biarkan air mata mengalir jika terasa haru, tapi jangan berlebihan.
- Berdoalah dengan suara lirih, tidak perlu dikeraskan.
Tidak ada posisi yang baku. Yang terpenting adalah kesungguhan dan kekhusyukan.
Doa yang Dianjurkan
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan di Multazam. Anda bisa membaca doa apa saja yang dihafal, mulai dari istighfar, sholawat, doa kebaikan dunia akhirat, hingga doa pribadi dalam bahasa apa pun.
Doa di Multazam: Arab, Latin, dan Arti
Berikut beberapa doa yang bisa Anda baca saat berada di Multazam:
Doa Umum di Multazam
Arab:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Arti: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Doa Meminta Kebaikan Dunia dan Akhirat
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Latin: Allahumma innii as’alukal-‘afwa wal-‘aafiyata fid-diini wad-dunyaa wal-aakhirah.
Arti: “Ya Allah, aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agama, dunia, dan akhirat.”
Anda juga bisa membaca doa apa pun yang dihafal, termasuk doa dalam bahasa Indonesia. Yang terpenting adalah ketulusan hati.
Tips Mendapat Giliran Berdoa di Multazam
Mendapat giliran di Multazam memang tidak mudah, terutama saat musim ramai. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
- Datang di waktu sepi – Seperti setelah sholat Subuh atau menjelang tengah malam.
- Manfaatkan waktu setelah thawaf terakhir – Saat banyak jamaah mulai beristirahat.
- Jangan membawa barang berlebihan – Cukup air minum kecil dan sandal dalam tas.
- Ikuti arahan petugas – Mereka biasanya mengatur kerumunan di sekitar Ka’bah.
- Ajak pendamping – Jika bersama keluarga, minta bantuan untuk menjaga barang.
Kesalahan yang Sering Dilakukan di Multazam
| Kesalahan | Dampak | Solusi |
|---|---|---|
| Mendorong jamaah lain | Melukai dan merusak suasana ibadah | Sabar menunggu, hindari kontak fisik berlebihan |
| Berdoa terlalu lama | Merugikan jamaah lain yang menunggu | Berdoa secukupnya, lalu beri kesempatan |
| Menangis berlebihan dengan suara keras | Mengganggu kekhusyukan jamaah lain | Cukup menangis lirih |
| Mengambil foto/video | Melupakan esensi doa | Utamakan doa, foto bisa di area lain |
| Berdesakan antara lawan jenis | Melanggar syariat | Jaga jarak, terutama bagi perempuan |
Kesimpulan
Adab berdoa di Multazam bukan sekadar tentang posisi tubuh, tetapi juga tentang kesiapan hati, kesabaran, dan penghargaan terhadap sesama jamaah. Dengan memahami adab yang benar, momen di depan Ka’bah akan menjadi pengalaman spiritual yang tidak terlupakan.
Semoga panduan ini bermanfaat bagi Anda yang sedang mempersiapkan umroh atau haji. Bagikan artikel ini kepada keluarga atau teman yang juga berencana ke Tanah Suci.
