Adab ziarah makam Rasulullah adalah serangkaian etika dan tata cara yang harus diperhatikan setiap Muslim ketika berkunjung ke makam Nabi Muhammad ﷺ di Masjid Nabawi, Madinah. Ziarah ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan ibadah yang penuh penghormatan kepada manusia paling mulia. Sayangnya, banyak jemaah umrah yang belum memahami adab-adab ini secara lengkap. Artikel ini akan memandu Anda dari niat hingga doa, sesuai tuntunan sunnah dan penjelasan para ulama.
Ziarah ke makam Rasulullah ﷺ merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ sendiri bersabda, “Barangsiapa menziarahi-ku setelah aku wafat, maka ia seakan-akan menziarahiku pada saat aku masih hidup” (HR. Daruqutni dan Baihaqi) . Namun, keutamaan besar ini menuntut adab yang tinggi pula. Mari kita bahas satu per satu.
Apa Itu Adab Ziarah Makam Rasulullah dan Mengapa Penting?
Adab ziarah makam Rasulullah adalah aturan-aturan etika yang mencakup niat, persiapan, sikap, ucapan, dan doa saat berada di area makam Nabi ﷺ. Adab ini penting karena beberapa alasan:
- Menjaga kesopanan di hadapan Nabi ﷺ: Kita sedang berkunjung ke tempat yang sangat mulia, di mana jasad Nabi ﷺ dan dua sahabat terbaiknya dimakamkan.
- Memastikan ibadah diterima: Ziarah yang dilakukan tanpa adab bisa mengurangi nilai ibadah, bahkan berpotensi melanggar syariat.
- Menghindari praktik yang keliru: Banyak jemaah tidak sengaja melakukan hal-hal yang tidak sesuai sunnah karena ketidaktahuan.
Hukum Ziarah Makam Rasulullah dalam Islam
Ziarah ke makam Rasulullah ﷺ hukumnya sunnah (dianjurkan), bukan wajib dan bukan syarat sah haji atau umrah. Para ulama sepakat bahwa menziarahi makam Nabi ﷺ termasuk ibadah yang sangat utama .
Dalil-dalil yang mendukung:
- Hadis riwayat Muslim: “Dahulu aku telah melarang kamu daripada menziarahi kubur, namun sekarang ziarahilah kerana ini akan mengingatkanmu akan kematian” .
- Hadis riwayat Daruqutni: “Barangsiapa mendapati kelapangan rezeki dan waktu lalu tidak datang kepadaku, sungguh ia telah berbuat kasar kepadaku” .
- Ijma’ ulama: seluruh umat Islam sepakat bahwa ziarah kubur diperbolehkan, dan khusus untuk makam Nabi ﷺ sangat dianjurkan .

10 Adab Ziarah Makam Rasulullah yang Wajib Diketahui
1. Berniat dan Perbanyak Shalawat Sebelum Berangkat
Sebelum berangkat ke Madinah, disunnahkan untuk berniat menziarahi Nabi ﷺ dan Masjid Nabawi sekaligus, agar mendapat pahala keduanya. Perbanyaklah membaca shalawat selama perjalanan menuju Madinah . Imam Ghazali menganjurkan agar memperbanyak shalawat sepanjang perjalanan ke Madinah .
2. Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik
Disunnahkan mandi sebelum memasuki Madinah jika memungkinkan. Jika tidak, mandilah sebelum masuk masjid. Kenakan pakaian yang paling bersih dan gunakan wewangian .
3. Masuk Masjid Nabawi dengan Kaki Kanan dan Doa
Saat memasuki Masjid Nabawi, melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu sambil membaca doa:
أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الكَرِيْمِ وَبِسُلْطَانِهِ القَدِيْمِ مِنِ الشَّيْطَاِن الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ، وَالْحَمْدُلله، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
“Aku memohon perlindungan dengan Allah yang Maha Agung, dengan zat-Nya yang Maha Mulia dan dengan kekuasaan-Nya yang Maha Qadim, daripada syaitan yang direjam. Dengan nama Allah dan segala puji-pujian bagi Allah. Ya Allah, berselawatlah ke atas Nabi Muhammad SAW dan ke atas keluarganya, dan sejahterakanlah mereka! Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah pintu rahmat-Mu untukku.”
4. Shalat Tahiyyatul Masjid
Setelah masuk, kerjakan shalat sunnah Tahiyyatul Masjid dua rakaat sebelum duduk . Jika memungkinkan, shalatlah di area Raudhah yang merupakan “taman surga” .
5. Menghadap Makam dengan Sopan
Setelah shalat, pergilah ke makam Nabi ﷺ dengan penuh kerendahan hati. Berdirilah dengan membelakangi kiblat dan menghadap dinding makam, sekitar 4 hasta dari bagian kepala. Kosongkan pikiran dari hal-hal keduniaan, seolah-olah sedang berhadapan langsung dengan Rasulullah ﷺ .
Penting: Saat shalat dan berdoa (selain di depan makam), jangan menghadap ke arah makam. Hanya saat mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ, kita menghadap ke makam .
6. Mengucapkan Salam kepada Rasulullah ﷺ
Ucapkan salam dengan suara perlahan dan penuh penghormatan:
السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا خَيْرَةَ اللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا خَيْرَةَ رَبِّ
“Salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah, salam sejahtera bagimu wahai Nabi Allah, salam sejahtera bagimu wahai makhluk pilihan Allah, salam sejahtera bagimu wahai kekasih Allah…”
Tidak layak bagi seseorang untuk meletakkan kedua tangan di dada, mengangguk-anggukkan kepala, atau melakukan apa pun yang hanya pantas dilakukan kepada Allah SWT semata .
7. Mengucapkan Salam kepada Abu Bakar dan Umar
Setelah mengucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ, ucapkan salam kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA yang dimakamkan di sebelah beliau .
8. Berdoa dengan Suara Lembut
Setelah mengucapkan salam, berdoalah untuk diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat Islam. Berdoalah dengan suara lembut dan penuh kekhusyukan. Disarankan untuk bertawassul kepada Allah melalui Nabi ﷺ .
9. Tidak Menyaringkan Suara
Jaga ketenangan dan jangan menyaringkan suara di dalam Masjid Nabawi, terutama di area makam. Ini adalah bentuk penghormatan kepada Nabi ﷺ dan menjaga kekhusyukan jemaah lain .
10. Tidak Berlama-lama di Area Makam
Disarankan untuk tidak berlama-lama di area makam. Selain untuk menjaga ketertiban, petugas juga akan mengingatkan agar peziarah segera bergerak untuk memberi kesempatan kepada jemaah lain .
Larangan saat Ziarah Makam Rasulullah
Selain adab yang harus dilakukan, ada beberapa larangan yang harus dihindari:
Doa dan Salam di Makam Rasulullah
Berikut lafal lengkap salam dan doa yang dianjurkan:
Lafal Salam:
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا خَيْرَةَ اللهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا خَيْرَةَ رَبِّ
Lafal Doa (dari KH Sholeh Darat):
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: {وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللهَ تَوَّابًا رَحِيْمًا}
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah benar: ‘Seandainya mereka yang menzalimi diri sendiri datang kepadamu (Muhammad) lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.'”
Keutamaan Ziarah Makam Rasulullah
Ziarah ke makam Rasulullah ﷺ memiliki keutamaan yang sangat besar:
- Mendapat syafaat Nabi ﷺ: “Barangsiapa menziarahi kuburku, maka ia berhak mendapatkan syafaatku” (HR. Ibnu Khuzaimah)
- Bershalawat bersama 70.000 malaikat: Jika seorang hamba datang ke Madinah, berziarah ke makam Nabi, lalu bershalawat, maka ia bershalawat bersama 70.000 malaikat yang silih berganti setiap hari
- Seperti menziarahi saat Nabi masih hidup: “Barangsiapa menziarahi-ku setelah aku wafat, maka ia seakan-akan menziarahiku pada saat aku masih hidup”
- Diampuni dosanya: Allah akan mengampuni dosa peziarah yang datang dengan penuh penyesalan dan kesungguhan
Tips Praktis Ziarah Makam Rasulullah untuk Jemaah Indonesia
Berdasarkan pengalaman jemaah Indonesia, berikut tips praktis yang bisa diterapkan:
- Pilih waktu yang tepat: Waktu terbaik untuk berkunjung adalah setelah shalat Zuhur karena pengunjung cenderung lebih sepi. Setelah Subuh, Asar, Magrib, dan Isya biasanya sangat padat
- Manfaatkan program Arbain: Ikuti shalat berjamaah 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi. Ini adalah kesempatan emas yang jarang dimiliki
- Perbanyak shalawat: Selama berada di Madinah, perbanyaklah membaca shalawat kepada Nabi ﷺ
- Sampaikan salam titipan: Jika ada orang yang menitipkan salam kepada Rasulullah ﷺ, sampaikan dengan menyebut namanya, misalnya “Assalamualaika ya Rasulullah, fulan mengirim salam untukmu”
- Jaga kesehatan: Istirahat yang cukup agar bisa beribadah dengan optimal selama di Madinah
- Patuhi petugas: Ikuti arahan petugas yang mengatur antrean dan jalur ziarah
Kesimpulan
Adab ziarah makam Rasulullah ﷺ adalah cerminan kecintaan dan penghormatan kita kepada Nabi Muhammad ﷺ. Dengan memahami dan menerapkan adab-adab ini, ziarah kita menjadi ibadah yang sah, khusyuk, dan penuh berkah. Mulailah dari niat yang tulus, persiapan yang matang, dan sikap yang penuh hormat selama berada di Masjid Nabawi.
Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk memperbanyak shalawat, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di tempat yang penuh kemuliaan. Semoga Allah menerima ibadah ziarah kita dan memberikan syafaat Nabi ﷺ kelak di hari kiamat. Aamiin.
Sudah siap berziarah ke makam Rasulullah ﷺ? Persiapkan diri Anda dengan matang dan pastikan travel umrah Anda memberikan bimbingan adab yang lengkap. Bagikan artikel ini kepada keluarga dan teman agar mereka juga memahami adab ziarah yang benar!
